Negara modern kerap menilai keberhasilan sosial melalui statistik dan data makro. Penanganan bencana, kemiskinan, dan kesejahteraan dilaporkan dalam angka-angka persentase yang tampak objektif dan rasional. Namun, ketika keberhasilan dipatok pada grafik, kecenderungannya justru untuk mengamankan angka, bukan menyelesaikan permasalahan. Akibatnya, manipulasi data—baik melalui pengaburan kategori, pemilihan indikator yang menguntungkan, maupun penghilangan kasus-kasus ekstrem—menjadi “setan” struktural. Dalam logika […]
Selengkapnya