Menutup tahun selalu menghadirkan ruang refleksi. Di penghujung 2026 ini, kita kembali menimbang apa yang sudah tercapai dan apa yang tertinggal. Resolusi bukan sekadar daftar harapan, melainkan cermin perjalanan: ada yang berhasil kita genggam, ada pula yang hilang di tengah jalan. Namun, kehilangan bukan akhir. Justru di situlah Al-Qur’an memberi kita kisah yang menenangkan.
Pada surat Al-Qalam ayat 19-32 mengisahkan para pemilik kebun yang gagal menjaga amanahnya. Karena keserakahan mereka, sehingga enggan untuk menahan hak-hak orang miskin dari kebun mereka layaknya ayahanda mereka terdahulu. Dalam Tafsir Surah Al-Qalam ayat 19-32 ini dikisahkan bahwa Allah memberi pelajaran kepada mereka dengan terbakar seluruh buah-buahan yang siap dipetik pada malam hari. Di akhir malapetaka ini, mereka (para pemilik kebun), mereka berkata:
قوله تعالى : عَسَى رَبُّنَا أَنْ يُبْدِلَنَا خَيْرًا مِنْهَا إِنَّا إِلَى رَبِّنَا رَاغِبُونَ (32)
“Mudah-mudahan Tuhan kami mengganti dengan yang lebih baik daripadanya. Sesungguhnya kami berharap kepada Tuhan kami.”
Potongan ayat ini ramai di repost melalui instagram karena artian nya yang sesuai dengan apa yang diharapkan di resolusi 2026. Ternyata, ayat ini bukan sekadar cerita masa lalu, melainkan gambaran universal tentang manusia yang berhadapan dengan kegagalan. Ada makna filosofis disini, yaitu pengakuan, penyesalan, tetapi yang paling penting: ada harapan. Agar lebih detail dan komprehensif, mari kita simak penjelasan Imam Al-Thabari dan Imam Al-Alusi tentang makna dibalik harapan ini.
Pertama, Ibnu Jarir Al-Thabari dalam Tafsir Jami’ Al-Bayan fi Tafsir Al-Quran jilid 20, halaman 263, menjelaskan bahwa ayat ini menjadi refleksi atas kesalahan yang telah lama diperbuat dan optimisme bahwa pintu Taubat hadir di depan mereka.
قول تعالى ذكره مخبرا عن قيل أصحاب الجنة: (عَسَى رَبُّنَا أَنْ يُبْدِلَنَا خَيْرًا مِنْهَا ) بتوبتنا من خطأ فعلنا الذي سبق منا خيرا من جنتنا(إِنَّا إِلَى رَبِّنَا رَاغِبُونَ ) يقول: إنا إلى ربنا راغبون في أن يبدلنا من جنتنا إذ هلَكت خيرا منها.
“Allah Yang Mahakuasa berfirman, merujuk pada apa yang dikatakan pemilik kebun itu: “Mungkin Tuhan kita akan memberi kita sesuatu yang lebih baik dari ini,” yang berarti, melalui pertobatan kita atas kesalahan perbuatan kita sebelumnya, sesuatu yang lebih baik dari kebun kita. “Sesungguhnya kami bertaubat kepada Tuhan kami.” Mereka berkata: Kami bertaubat kepada Tuhan kami, berharap Dia akan mengganti kebun kami yang telah binasa dengan sesuatu yang lebih baik.”
Kedua, Imam Al-Alusi dalam Tafsirnya Ruh Al-Ma’ani fi Tafsir Al-Quran Al-Azim wa Al-Sab’ Al-Mathani, halaman 150, juz 17, mengungkap bahwa pemilik kebun dalam ayat ini meminta keberkahan taubat. Mereka (para pemilik kebun) ingin bahwa Taubat ini menjadi awal dari kebaikan sampai masa depan.
عسى ربنا أن يبدلنا أي يعطينا بدلا منها ببركة التوبة والاعتراف بالخطيئة خيرا منها أي من تلك الجنة إنا إلى ربنا لا إلى غيره سبحانه راغبون راجون العفو طالبون الخير
“Semoga Tuhan kita, melalui berkat pertobatan dan pengakuan dosa, menganugerahkan kepada kita sesuatu yang lebih baik daripada surga itu. Kita berpaling kepada Tuhan kita, dan bukan kepada yang lain, memohon ampunan dan kebaikan.”
Di tahun 2026, resolusi kita mungkin tak semua terwujud. Ada target yang runtuh seperti kebun itu. Namun ayat ini mengajarkan bahwa setiap kegagalan bisa menjadi pintu menuju sesuatu yang lebih baik. Kuncinya adalah râghibûn (kembali berharap), kembali mengarahkan hati kepada Tuhan. Perlu diingat juga bahwa resolusi bukan hanya soal ambisi pribadi, tetapi juga tentang kesiapan menerima ganti yang lebih baik dari-Nya. Maka, mari kita jadikan ayat ini sebagai motivasi terbaik: bahwa setiap kehilangan bisa diganti dengan karunia yang lebih indah.
Resolusi 2026 bukan sekadar daftar, melainkan doa yang hidup. Semoga Tuhan menggantikannya dengan yang lebih baik. Dengan keyakinan itu, kita melangkah ke tahun baru bukan dengan cemas, tetapi dengan harapan yang penuh cahaya. Wallohu A’lam Bishowab.
Rifa Tsamrotus Saadah,S.Ag, Lc, MA., Dosen STIU Darul Quran Bogor dan Ustadzah di Cari Ustadz
Tertarik mengundang ustadz Rifa Tsamrotus Saadah,S.Ag, Lc, MA.? Silahkan klik disini