Doa Intisari Ibadah

Para hadirin khutbah Jumat yang dimuliakan Allah,
Marilah kita panjatkan puji dan syukur kepada Allah swt. yang telah memberikan kenikmatan kepada kita semua. Marilah kita tingkatkan takwa kita, mudah-mudahan Allah swt. senantiasa memberikan keberkahan, memberikan jalan, memberikan kemudahan kepada kita dalam menuju keselamatan dan kebahagiaan dunia dan akhirat.

Hadirin, kaum mulimin yang dimuliakan Allah,
Salah satu tanda iman kepada Allah ialah bahwa kita percaya bahwa segala sesuatu terjadi dalam kehidupan ini adalah atas kehendak Allah swt. Allah menetapkan ketetapan bahwa setiap manusia harus berusaha, berikhtiar atas apa yang diinginkan, lalu mereka itu hendaknya menyadari bahwa apa yang kita inginkan dan kita citakan tersebut hanya akan terjadi sesuai dengan ketetapan Allah swt.

Seorang ulama berkata, “adalah wajib bagi setiap manusia untuk bekerja dan berusaha, berikhtiar untuk memperoleh apa yang diinginkan. Dan di dalamnya ia harus menyadari bahwa tercapainya apa yang kita inginkan tidak semata-mata tergantung sepenuhnya kepada usaha kita, melainkan atas kehendak-Nya.”

Oleh karena itu kita dituntut untuk berdoa memohon pertolongan Allah turun, lalu meyakini bahwa setiap doa itu dikabulkan apabila kita memenuhi syarat-syarat dan adab berdoa.

Diantara adab berdoa adalah bersungguh-sungguh dalam berdoa. Doa akan dikabulkan bila kita bersungguh-sungguh menyampaikan doa kita. Kita menyadai bahwa kita sangat membutuhkan pertolongan Allah.

Yang kedua dari adab berdoa adalah doa tidak berarti melepaskan diri dari usaha kita. Jika ingin mendapatkan harta, kita menempuh jalan dengan bekerja, misalnya berdagang. Kalau ingin mendapatkan ilmu, kita menuntut ilmu. Jika ingin sembuh dari penyakit, kita harus mencari obat dan ikhtiar dengan berkonsultasi ke dokter. Orang yang tidak bekerja dengan sungguh-sungguh tidak akan mencapai apa yang diinginkannya.

Salah satu sarana dalam berdoa adalah salat. Makna dari salat adalah doa. Bacaan-bacaan dalam salat seluruhnya bermakna doa. Begitupun gerakan-gerakan dalam salat berarti doa. Surat al-Fatihah yang kita baca pada setiap rakaatnya, terdiri dari puji-pujian dan doa. Empat ayah pertamanya adalah puji-pujian kepada Allah swt., tiga ayat berikutnya adalah doa, memohon petunjuk dan pertolongan.

Para hadirin jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Kala kita sudah bersungguh-sungguh berdoa, hendaknya kita yakin bahwa Allah akan mengabulkannya. Makna ijabah, pengabulan dari doa tidak berarti harus harfiah. Tidak harus berarti apa yang diinginkan kita capai. Kata seorang ulama “Janganlah ditundanya pemberian Allah, padahal engkau bersungguh-sungguh berdoa, meyebabkan engkau berputus asa. Sesungguhnya Allah telah menjamin untuk mengabulkan doamu menurut apa yang dipilih-Nya untukmu, bukan menurut apa yang engkau pilih untuk dirimu serta pada waktu yang dikehendaki-Nya dan bukan oleh waktu yang dikehendaki olehmu“.

Yakni, Allah mengabulkan doamu tidak berarti Allah memberikan segala sesuatu secara harfiah diminta olehmu sebab tidak semua yang diinginkan manusia itu merupakan kebaikan.

Allah berfirman yang artinya “Barangkali kau membenci sesuatu padahal ia baik bagimu, dan barangkali kau menyukai sesuatu padahal ia tidak baik bagimu.”

Arti dari ijabbah, pengabulan suatu doa adalah Allah memberikan kebaikan kepada hambanya. Bila Allah mengabulkan doanya artinya Allah memberikan sesuatu kebaikan baginya sesuai dengan ilmu Allah. Maka Allah memberikanmu apa yang dipilih-Nya untukmu, bukan apa yang dipilih oleh dirimu. Dan Allah memberikan sesuatu kepadamu pada waktu yang ditentukan-Nya bukan pada waktu yang dikehendaki olehmu. Barangkali Allah menunda pengabulan di dunia dan membalasnya nanti di akhirat.

Sebagai penutup khutbah ini, saya menyampaikan ucapan Al-Imam Ja’far As-Shodiq tentang orang-orang yang ditolak doanya oleh Allah swt.

Diriwayatkan bahwa Imam Jafar Shodiq berkata, bahwa ada 4 kelompok manusia yang ditolak doanya oleh Allah swt.;

Yang pertama orang yang duduk di rumahnya, sambil berdoa “Ya Allah, anugerahilah aku rejeki“. Maka Allah akan menyambut doanya dengan berfirman “Bukankah Aku telah memerintahkanmu untuk mencarinya.”

Yang kedua, seorang suami yang memiliki istri yang durhaka, sehingga dia mendoakan kebinasaannya. Maka Allah akan menyambut doanya dengan berfirman ‘Bukankah Allah sudah menjadikanmu sebagai pemimpin bagimu.’

Yang ketiga seorang yang tadinya memiliki harta lalu bangkrut karena keborosannya. Dia berdoa agar Allah menganugeri rejeki, dan Allah akan menjawabnya dengan berfirman “Bukankah Aku telah memerintahkanmu untuk hidup sederhana?, bukankah Aku telah memerintahkanmu untuk berlaku baik?“.

Yang keempat, doa seseorang untuk mencelakakan pengutangnya padahal ketika ia membuat transaksi tidak ada saksi, yang dijawab-Nya “Bukankah aku telah memerintahkanmu mempersaksikan setiap engkau melakukan transaksi.”

Setiap manusia wajib berusaha mencapai apa yang baik baginya tapi tidak semua yang diminta akan tercapai, melainkan dikehendaki oleh Allah swt.

Demikianlah beberapa tuntunan untuk berdoa kepada Allah, semoga bermanfaat untuk kita semuanya.


Disampaikan oleh Pusat Studi Al-Quran saat mengisi khutbah Jumat di Bellagio Mall Kuningan Jakarta pada 22 Januari 2016.