Penamaan doa sapu jagat bukan sekedar kiasan belaka, memang secara nyata baik dari lafazh dan maknanya do’a ini memiliki keutamaan yang besar. Juga selalu kita lafalkan hampir pada setiap penutup dalam doa-doa yang kita panjatkan pada Allah SWT.
Dalam QS. Al-Baqarah: 201 Allah berfirman:
وَمِنۡهُم مَّن يَقُولُ رَبَّنَآ ءَاتِنَا فِي ٱلدُّنۡيَا حَسَنَةٗ وَفِي ٱلۡأٓخِرَةِ حَسَنَةٗ وَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ
Artinya:
Dan di antara mereka ada orang yang berdoa, Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka.
Makna Hasanah dalam Ayat ini
Secara bahasa, Hasanah artinya adalah kebaikan. Namun, apa yang dimaksud dengan “kebaikan” Pada ayat ini? Mari kita lihat dalam tafsir al-Jami’ li Ahkam al-Qur’an karya Abu Abdillah Muhammad al-Qurthubi (w. 617H)
Beliau menerangkan jika maksud Hasanah disini ialah; Kebaikan dunia itu berupa kesehatan dan kecukupan harta. Ini menukil pernyataan dari Qatadan Ibn Di’amah. Adapun menurut Hasan al-Bashri; kebaikan dunia adalah ketika seseorang diliputi dengan ilmu dan Ibadah. Adapun jika “Kebaikan” Akhirat seluruhnya sepakat bahwa ia adalah masuk ke dalam surga-Nya.
Doa yang Komplit
Doa ini mengandung seluruh kebutuhan hajat manusia dalam satu kalimat. Al-Qurthubi memperkaya penjelasan dengan menukil penjelasan Anas bin Malik bahwa pada satu hari ia diminta untuk mendoakan sahabat nabi yang lain. Lalu ia berkata:
اللهم آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار
Lalu ia diminta untuk menambahkan doa itu, Anas menjawab: Apa yang kamu inginkan? Sungguh telah aku pintakan dunia dan akhirat. Lalu dinukil pula penjelasan tambahan yang terdapat dalam dua kitab sahih;
وفي الصحيحين عن أنس رضي الله عنه قال: كان أكثر دعوة يدعو بها النبي صلى الله عليه وسلم يقول: اللهم آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار. قال فكان أنس إذا أراد أن يدعو بدعوة دعا بها، فإذا أراد أن يدعو بدعاء دعا بها فيه
Dari Anas bin Malik RA, ia berkata: “Doa yang paling sering dipanjatkan oleh Nabi Saw adalah:
‘Ya Allah, berilah kami kebaikan di dunia, kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka.’
Maka Anas apabila ingin berdoa dengan suatu doa, beliau membaca doa ini. Dan apabila ingin berdoa dengan doa yang lain, beliau menyisipkan doa ini di dalamnya.”
Pelajaran Berharga
Bahwa, doa ini bukan hanya mewakili kebutuhan manusia akan akhirat yang baik dengan surga-Nya. Tapi juga memohon untuk diberikan kecukupan dan kebaikan dalam urusan dunia. Dalam hal ini bisa meliputi ilmu, kesehatan, keluarga yang baik, pekerjaan yang halal, ketenangan hidup dan lain-lain. Sehingga, keseimbangan nampak jelas pada doa ini.
Lalu, belajar dari Anas bin Malik yang bukan hanya menghafal doa ini; tetapi juga mengamalkan dan senantiasa menyisipkan doa ini pada doa-doanya yang lain. Sehingga bisa melahirkan rasa syukur pada kita yang sejauh ini sudah mengamalkan, semoga bisa terhitung sebagai upaya kita meneladani Nabi Muhammad Saw beserta para sahabatnya. Semoga saja ini jadi wasilah Allah turunkan pada kita, Hidup yang sejahtera dan akhirat yang membawa kebahagiaan abadi. Aamiin.
Rizki Prayogo, SQ., M.Ag, Ustadz di Cariustadz
Tertarik mengundang ustadz Rizki Prayogo, SQ., M.Ag? Silahkan klik disini