Perbincangan mengenai kecantikan hampir tidak pernah berhenti. Di era media sosial, standar cantik semakin mudah dibentuk oleh tren. Kulit harus putih, wajah harus mulus, tubuh harus langsing, dan penampilan harus selalu sempurna. Tidak sedikit perempuan yang akhirnya merasa kurang percaya diri karena membandingkan dirinya dengan standar yang terus berubah.
Padahal, Islam memandang kecantikan dengan perspektif yang lebih luas. Kecantikan bukan hanya persoalan wajah yang menarik atau tubuh yang proporsional, melainkan juga mencakup kebersihan, kerapian, akhlak, serta keindahan hati. Dengan kata lain, Islam tidak memisahkan antara keindahan lahir dan keindahan batin.
Pandangan ini menunjukkan bahwa merawat diri bukanlah sesuatu yang bertentangan dengan ajaran agama. Justru, selama dilakukan secara proporsional dan tidak berlebihan, menjaga penampilan merupakan salah satu bentuk rasa syukur atas nikmat yang telah Allah berikan.
Al-Qur’an Mengajarkan Manusia Mencintai Keindahan
Al-Qur’an berkali-kali mengajak manusia memperhatikan keindahan alam semesta. Allah berfirman:
“Maka apakah mereka tidak memperhatikan langit yang ada di atas mereka, bagaimana Kami membangunnya dan menghiasinya?” (QS. Qaf [50]: 6).
Ayat tersebut menggambarkan bahwa langit tidak hanya diciptakan sebagai atap bagi kehidupan manusia, tetapi juga dihiasi dengan keindahan yang dapat direnungkan. Dalam ayat lain, Allah menyebut bintang-bintang sebagai perhiasan langit (QS. Ash-Shaffat [37]: 6).
Keindahan juga tampak dalam kehidupan sehari-hari. Allah menggambarkan indahnya hewan ternak ketika digiring pada pagi dan petang (QS. An-Nahl [16]: 6). Bahkan, hasil laut yang dimanfaatkan manusia untuk dijadikan perhiasan pun disebut sebagai salah satu nikmat-Nya (QS. An-Nahl [16]: 14).
Berbagai ayat tersebut menunjukkan bahwa keindahan merupakan bagian dari ciptaan Allah. Oleh karena itu, menyukai keindahan bukanlah sesuatu yang asing dalam Islam, selama tidak melahirkan kesombongan maupun pemborosan.
Rasulullah Mengajarkan Pentingnya Menjaga Penampilan
Prinsip mencintai keindahan juga ditegaskan dalam hadis Rasulullah Saw.:
إن الله جميل يحب الجمال
“Sesungguhnya Allah Maha Indah dan menyukai keindahan.” (HR. Muslim).
Hadis ini sering dipahami sebagai dorongan agar seorang Muslim menjaga kebersihan, kerapian, dan penampilannya. Berpenampilan baik bukan berarti hidup bermewah-mewahan, tetapi menunjukkan penghargaan terhadap nikmat Allah.
Islam bahkan mengajarkan umatnya untuk mengenakan pakaian terbaik ketika beribadah. Allah berfirman:
“Wahai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah setiap memasuki masjid.” (QS. Al-A’raf [7]: 31).
Ayat tersebut menunjukkan bahwa menghadap Allah pun dilakukan dengan penuh penghormatan, termasuk melalui pakaian yang bersih dan rapi.
Merawat Diri Adalah Bagian dari Ikhtiar
Di kehidupan saat ini, perempuan memiliki banyak pilihan untuk merawat diri, mulai dari penggunaan produk perawatan kulit, kosmetik, hingga berbagai perawatan kesehatan. Selama bahan yang digunakan halal, aman, serta tidak menimbulkan mudarat, Islam pada dasarnya memberikan ruang bagi perempuan untuk mempercantik dirinya.
Sejak masa Rasulullah Saw perempuan telah mengenal penggunaan pacar (henna) untuk mewarnai kuku maupun tangan. Dalam sebuah riwayat, Nabi Saw bahkan menganjurkan seorang perempuan menggunakan pacar agar tampak berbeda dari laki-laki. Hal ini menunjukkan bahwa berhias merupakan sesuatu yang diakui dalam syariat selama dilakukan secara wajar.
Meskipun demikian, penggunaan kosmetik juga perlu memperhatikan ketentuan ibadah. Para ulama mengingatkan bahwa cat kuku yang membentuk lapisan kedap air harus dibersihkan sebelum berwudu karena air wajib mengenai kuku. Pendapat ini juga dijelaskan oleh M. Quraish Shihab ketika membahas syarat sahnya wudu.
Karena itu, perempuan Muslim tidak hanya mempertimbangkan aspek kecantikan, tetapi juga memastikan bahwa perawatan diri tidak menghalangi pelaksanaan ibadah.
Inner Beauty Sebagai Kecantikan Sejati
Jika kecantikan fisik mampu menarik perhatian mata, maka kecantikan batinlah yang membuat seseorang dihormati dan dicintai. Islam sangat menekankan pentingnya akhlak mulia sebagai bagian dari kecantikan seorang perempuan.
Keramahan, kesabaran, kelembutan, kejujuran, dan kepedulian kepada sesama merupakan bentuk-bentuk inner beauty yang tidak akan pudar oleh usia. Bahkan, kecantikan fisik akan kehilangan maknanya apabila tidak disertai perilaku yang baik.
Inilah sebabnya Islam tidak pernah menjadikan rupa sebagai ukuran utama kemuliaan seseorang. Kemuliaan manusia di sisi Allah ditentukan oleh ketakwaannya, bukan oleh warna kulit, bentuk wajah, maupun penampilannya.
Islam mengajarkan sikap yang lebih seimbang. Seorang muslimah dianjurkan merawat tubuhnya karena tubuh adalah amanah dari Allah. Namun, ia juga diajak untuk menerima dirinya dengan penuh rasa syukur dan tidak menjadikan penampilan sebagai sumber utama harga diri.
Perawatan diri seharusnya menjadi bentuk penghormatan terhadap diri sendiri, bukan perlombaan untuk mendapatkan validasi dari orang lain. Ketika niatnya adalah menjaga kesehatan, kebersihan, dan rasa syukur kepada Allah, maka aktivitas tersebut dapat bernilai ibadah.
Laily Nur Zakiya, S.Ag, M.Pd, Ustadzah di Cariustadz
Tertarik mengundang ustadzah Laily Nur Zakiya, S.Ag, M.Pd? Silakan klik disini