Kita seringkali tergesa-gesa melontarkan kalimat yang tak baik, mendoakan keburukan atau sumpah serapah yang secara spontan terkucur dari lisan sebab kejadian tertentu yang tidak kita sukai; misal ketika kendaraan kita dipotong kendaraan lain saat di jalan raya.
Mungkin juga, di saat kita begitu merasa terpuruk dan hancur; lalu kita berharap agar segera dibinasakan. Sebab, keletihan dan kelelahan batin dan fisik menerima ujian demi ujian yang berdatangan. Allah sangat menyayangi kita, sehingga kita dilarang bersikap demikian.
Ternyata ini bukan hal baru, Al-Qur’an juga telah menerangkan jika di antara salah satu sifat manusia adalah tergesa-gesa. Firman Allah Swt pada QS. Al-Isra: 11
وَيَدْعُ الْاِنْسَانُ بِالشَّرِّ دُعَاۤءَهٗ بِالْخَيْرِۗ وَكَانَ الْاِنْسَانُ عَجُوْلًا
Manusia (seringkali) berdoa untuk (mendapatkan) keburukan sebagaimana (biasanya) berdoa untuk (mendapatkan) kebaikan. Manusia itu (sifatnya) tergesa-gesa.
Dalam penjelasannya, Wahbah al-Zuhaily (w. 1436 H) menerangkan bahwa sifat manusia yang tergesa-gesa ialah:
يدعُو عِنْدَ غَضَبِهِ بالشَّرِّ عَلَى نَفْسِهِ وَأَهْلِهِ وَمَالِهِ وَعَدَمَ النَّظْرِ فِي عَاقِبَتِهِ
Ketika diliputi kemarahan, manusia mendoakan keburukan untuk dirinya, keluarga dan hartanya dan tidak memikirkan akibatnya.
Diantara permintaan buruk dampak dari tergesa-gesa ialah keinginan agar dirinya, keluarganya atau mendoakan orang lain agar dibinasakan, dilaknat atau dihancurkan. ketergesaan ini juga sebagaimana ketika mereka berdoa meminta kebaikan-kebaikan saat dilanda ujian dan cobaan. Ia akan minta rezeki dilapangkan ketika sempit, diberikan kesembuhan dan kesehatan ketika sakit atau ketentraman saat dilanda kegelisahan.
Maka, dengan segala kasih dan sayang-Nya. doa-doa buruk yang dilangitkan tidak serta merta dikabulkan. Sebagaimana firman Allah dalam QS. Yunus: 11
وَلَوْ يُعَجِّلُ اللّٰهُ لِلنَّاسِ الشَّرَّ اسْتِعْجَالَهُمْ بِالْخَيْرِ لَقُضِيَ اِلَيْهِمْ اَجَلُهُمْۗ
Jikalau Allah menyegerakan keburukan bagi manusia sebagaimana permintaan mereka untuk menyegerakan kebaikan, pasti ajal mereka diakhiri.
Bayangkan, andai setiap doa-doa buruk yang keluar dari lisan manusia Allah kabulkan? Niscara dunia ini akan menjadi tempat yang paling tidak nyaman untuk ditinggali. Tempat yang begitu mengerikan untuk meniti kehidupan. Sungguh Allah telah jaga kita dengan segala kasih-Nya.
Rasulullah Saw sudah memperingatkan terkait doa-doa buruk ini. Abu Dawud meriwayatkan dari Jabir bahwa Rasulullah Saw bersabda:
لَاتَدْعُوا عَلَى أَنْفُسِكُمْ وَلَا تَدْعُوا عَلَى أَمْوَالِكُمْ, أَنْ تُوَافِقُوا مِنَ اللهِ سَاعَةَ إِجَابَةٍ يَسْتَجِيْبُ لَكُمْ
Janganlah kalian mendoakan keburukan untuk diri kalian dan harta kalian. Boleh jadi doa dilangitkan saat bertepatan dengan waktu dikabulkannya dia sehingga ia dikabulkan (HR. Abu Dawud)
Maka, berhati-hatilah dengan sifat tergesa-gesa ini. Jangan sampai yang keluar dari lisan tidak mengandung kebijaksanaan, keputusan yang diambil tidak benar-benar dipertimbangkan atau bahkan bersikap semberono yang melahirkan mudharat dan kecelakaan. Akhirnya, kesembronoan tindakan kita hanya akan melahirkan banyak penyesalan.
Terlebih, kita bisa mengganti kebiasaan berdoa atas keburukan dengan memohon ampunan Allah atau istighfar. Juga, sikap kita dalam menghadapi berbagai situasi menandakan kedewasaan berpikir dan kedalaman kebijakan dalam diri kita. Semakin kita mudah marah dan tak terkendali, maka menandakan diri kita yang belum mapan secara kematangan jiwa dan batin. Wallahu a’lam.
Rizki Prayogo, SQ., M.Ag, Ustadz di Cariustadz
Tertarik mengundang ustadz Rizki Prayogo, SQ., M.Ag? Silahkan klik disini