Safar Bukan Bulan Sial: Mengatasi Kecemasan Akibat Sugesti Negatif

Datangnya bulan Safar sering kali masih diiringi berbagai kepercayaan bahwa bulan ini membawa kesialan, musibah, atau nasib buruk (Umami & Fauriz, 2026, article). Sebagian orang menghindari bepergian, menikah, memulai usaha, bahkan menunda berbagai aktivitas penting karena khawatir akan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Keyakinan semacam ini telah hidup dalam sebagian tradisi masyarakat sejak masa lampau dan masih bertahan hingga sekarang.

Dilihat dari sudut pandang psikologi, kepercayaan tersebut dapat memunculkan sugesti negatif, yaitu keyakinan yang membuat seseorang terus-menerus mengantisipasi hal buruk. Akibatnya, seseorang menjadi lebih mudah cemas, takut, dan menafsirkan berbagai peristiwa biasa sebagai bukti bahwa bulan Safar memang membawa kesialan. Padahal, Islam telah meluruskan keyakinan tersebut dengan menegaskan bahwa tidak ada waktu yang secara zat membawa keberuntungan ataupun kesialan. Sebagaimana terdapat dalam Hadis Rasulullah:

لَا عَدْوَى وَلَا طِيَرَةَ وَلَا هَامَةَ وَلَا صَفَرَ

“Tidak ada penularan (yang berdiri sendiri tanpa ketetapan Allah), tidak ada anggapan sial karena burung, tidak ada keyakinan tentang burung hantu, dan tidak ada (kesialan pada bulan) Safar.” (HR. Bukhari, No. 5707; Muslim, No. 2220)

Imam An-Nawawi dalam Al-Minhaj Syarḥ Ṣaḥiḥ Muslim menjelaskan bahwa para ulama memiliki beberapa penafsiran mengenai frasa la ṣafar. Beliau mengutip pendapat Imam Malik dan Abu ‘Ubaidah yang memaknai ṣafar sebagai makhluk kecil menyerupai cacing yang diyakini oleh masyarakat Arab Jahiliah hidup di dalam perut manusia. 

Mereka meyakini bahwa makhluk tersebut dapat menimbulkan rasa lapar yang hebat, menyebabkan penyakit, bahkan dianggap mudah menular. Hadis ini hadir untuk meluruskan keyakinan keliru tersebut dan menegaskan bahwa segala manfaat maupun mudarat hanya terjadi atas kehendak Allah (Asyuari & Hakim, 2026, https://mui.or.id/baca/).

Dengan demikian, hadis ini mengajarkan agar seorang Muslim membangun keyakinan kepada Allah (tawakal) dan tidak membiarkan prasangka buruk menguasai pikirannya.

Sugesti Negatif dalam Perspektif Psikologi

Dalam psikologi, terdapat fenomena yang dikenal sebagai negative expectancy, yaitu kecenderungan seseorang memperkirakan bahwa sesuatu yang buruk akan terjadi sehingga memengaruhi pikiran, emosi, bahkan perilakunya (Basanovic & Kowal, 2023). Keyakinan tersebut dapat meningkatkan kecemasan dan membuat individu lebih peka terhadap setiap kejadian yang dianggap menguatkan prasangka awal.

Fenomena ini berkaitan dengan nocebo effect, yaitu kondisi ketika harapan negatif justru memunculkan pengalaman negatif secara subjektif, meskipun tidak ada penyebab objektif yang mendasarinya (Colloca, 2024). Seseorang yang meyakini bahwa bulan Safar adalah bulan sial, misalnya, dapat menjadi lebih cemas, kurang percaya diri, atau menafsirkan berbagai kesulitan kecil sebagai bukti bahwa keyakinannya benar. 

Islam mengajarkan sikap yang berbeda. Seorang Muslim diperintahkan untuk berbaik sangka kepada Allah (ḥusnuzan), bertawakal setelah berikhtiar, dan tidak menggantungkan hidup pada mitos maupun pertanda. Dengan keyakinan yang benar, seseorang akan lebih tenang dalam menghadapi kehidupan karena menyadari bahwa setiap peristiwa berada dalam kehendak dan hikmah Allah, bukan ditentukan oleh datangnya bulan tertentu.

Penutup

Menganggap bulan Safar sebagai pembawa kesialan bukan hanya bertentangan dengan ajaran Rasulullah saw., tetapi juga dapat memunculkan sugesti negatif yang meningkatkan kecemasan dan mengganggu ketenangan batin. Melalui hadis “la ṣafar”, Islam mengajarkan bahwa tidak ada bulan yang membawa nasib buruk. Ketenangan hidup lahir dari akidah yang benar, prasangka baik kepada Allah, serta keyakinan bahwa segala sesuatu terjadi sesuai dengan ketetapan-Nya. Dengan demikian, bulan Safar hendaknya dipandang sebagai bulan yang sama mulianya dengan bulan-bulan lain, yang dapat diisi dengan amal saleh, ikhtiar, dan tawakal. Wallahu A’lam.

Saibatul Hamdi, M.Pd., Guru Al-Qur’an Hadis MTsN Seruyan dan Ustadz di Cariustadz

Tertarik mengundang Saibatul Hamdi, M.Pd.? Silakan Klik disini