Mengapa Ucapan Taqabbalallahu Dianjurkan Saat Lebaran?

Sering kita mendengar ucapan “Taqabbalallahu minna wa minkum” atau lebih lengkapnya “Taqabbalallahu minna wa minkum shiyamana wa shiyamakum di hari raya. Kalimat ini bukan sekadar basa-basi, melainkan doa yang penuh makna. Ia merupakan bentuk ucapan selamat yang disyariatkan, sekaligus doa agar amal saleh yang kita lakukan selama Ramadan dan di hari raya diterima oleh Allah ﷻ.

Dari sisi sosial, ucapan ini menumbuhkan kasih sayang dan cinta di antara sesama Muslim, serta menghadirkan kebahagiaan di hati mereka. Walaupun kalimat ini tidak tertulis langsung dalam Al-Qur’an, para ulama menilai bahwa maknanya jelas sebagai doa yang baik (mustahsan), yaitu mendoakan kebaikan bagi saudara seiman.

Imam al-Bukhari dalam Al-Adab al-Mufrad meriwayatkan ucapan Abu Bakar Ash-Shiddiq:

فعن عبد الله بن يزيد قال: حدثني الصنابحي أنه سمع أبا بكر الصديق رضي الله عنه يقول: “إن دعاء الأخ لأخيه في الله عز وجل يستجاب

“Sesungguhnya doa seorang saudara kepada saudaranya karena Allah akan dikabulkan.”

Dalam periwayatan lain, para sahabat Nabi ﷺ juga mempraktikkan ucapan ini. Jubair bin Nufair meriwayatkan:

فعن جُبَير بن نفير قال: كان أصحاب النبي صلى اللهُ عليه وآله وسلَّم إذا التقوا يوم العيد يقول بعضهم لبعض: “تقبَّل الله منا ومنك” أخرجه المحاملي في “المحامليات”، وإسناده حسن كما قال الحافظ ابن حجر في “فتح الباري” (2/ 446، ط. دار المعرفة)، وحسّنه أيضًا السيوطي والقسطلاني.

“Para sahabat Nabi ﷺ, ketika bertemu di hari Id, mereka saling berkata: Taqabbalallahu minna wa minkum (Semoga Allah menerima amal kami dan amal kalian).” (Diriwayatkan oleh al-Mahamili, dinilai hasan oleh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari, juga oleh Imam as-Suyuthi dan al-Qasthalani).

Sejalan dengan sikap Jumhur ulama yang sepakat bahwa ucapan Taqabbalallahu dihukumi sebagai sunnah karena ia bernilai tahniah (ucapan selamat) yang berpadu dengan doa. Nilainya lebih besar daripada sekadar ucapan selamat biasa, karena mengandung harapan agar amal saleh kita diterima Allah dan memperkuat ikatan kasih sayang di antara kaum Muslimin. Selain ucapan tersebut, sebagian ulama juga menambahkan doa lain yang indah di hari raya, seperti yang disampaikan Syaikh al-Syabibi:

عيد مبارك، وأحياكم الله لأمثاله

“‘Id mubarak, wa ahyaakumullahu li amtsaalihi” (Selamat Hari Raya, semoga Allah memberi umur panjang untuk menyambut hari-hari semisalnya).

Ucapan Taqabbalallahu minna wa minkum menjadi simbol doa, kasih sayang, dan persaudaraan. Dengan mengucapkannya, kita tidak sekadar memberi selamat, tetapi juga menanamkan harapan agar Allah menerima amal kita, sekaligus membuka pintu maaf dan cinta di antara sesama. Maka, mari kita hidupkan sunnah ini, sambil saling memaafkan dan menebar kebahagiaan di hari raya.

Rifa Tsamrotus Saadah, S.Ag, Lc, MA., Dosen STIU Darul Quran Bogor dan Ustadzah di Cari Ustadz

Tertarik mengundang ustadz Rifa Tsamrotus Saadah,S.Ag, Lc, MA.? Silahkan klik disini