Empat Keberkahan Sahur Yang Penuh Hikmah dan Pahala

Makan sahur disebut penuh berkah dan banyak hikmahnya. Berpuasa tanpa makan sahur ibarat sayur tanpa garam yang meninggalkan keutamannya. Sebab, makan sahur ibarat bahan bakar untuk berlangsungnya puasa yang optimal. Keberkahan sahur boleh dibilang penuh rahasia. Sehingga, berkah di balik makan sahur tidak hanya pada satu hal kebaikan saja.

Seseorang yang berhasil bangun untuk sahur, tentu telah berniat kuat sejak malamnya. Wajar bila bangun sahur itu berat, kecuali bagi yang berniat kuat. Karenanya, sahur bukan sekadar makan sebelum fajar, tetapi momen spiritual yang penuh makna. Di balik aktivitas sahur yang tampak sederhana, tersimpan makna berkah dan hikmah yang besar di dalamnya.

Empat Berkah Makan Sahur

Selain menyiapkan ibadah puasa dengan baik, makan sahur dinilai mengandung banyak manfaat dan berkah. Mereka yang berpuasa dengan sahur tentu akan berbeda dengan orang berpuasa tanpa sahur. Di sinilah letak penekanan, mengapa sahur begitu penting walaupun tidak hanya berkenaan dengan makan saja. Betapa pentingnya, keutamaan sahur begitu dianjurkan walaupun hanya dengan seteguk air.

تسحروا ولو بجرعة من ماء رواه ابن حبان

Artinya: “Bersahurlah kalian walaupun hanya dengan seteguk air.” HR. Ibnu Hibban

Begitu banyak hadis yang mendorong untuk menikmati makan sahur. Hal demikian pertanda bahwa sahur itu lebih dari sekadar menikmati santapan makanan. Tetapi, keberkahan benar-benar diperoleh bagi mereka yang bersahur. Berikut empat keberkahan makan sahur yang patut diperhatikan.

  • Sahur mengandung berkah

Menyantap makanan saat terbangun dari tidur boleh jadi terasa nikmat. Namun, kenikmatan itu hanya berlangsung saat makanan itu masuk ke dalam dalam perut dan terasa kenyang. Lain halnya dengan sahur yang tidak hanya berkaitan dengan rasa kenyang. Lebih dari itu, sahur akan membantu orang yang akan berpuasa menjadi lebih percaya diri sebagai dampak keberkahan di dalamnya.

Rasulullah Saw. bersabda:

تسحروا فإن في السحور بركة. رواه البخاري ومسلم

Artinya: “Bersahurlah kalian, karena dalam sahur itu terdapat keberkahan.” HR. Bukhari Muslim

Berkah itu berarti tambahnya sesuatu kebaikan. Keberkahan bukan hanya soal materi dan kuantitas semata. Adapun arti berkah yang terdapat dalam makan sahur dapat dikaitkan dengan kecukupan, menguatkan, dan membawa kebaikan yang berkelanjutan. Makan sahur mungkin sedikit, tapi manfaatnya begitu besar membantu puasa terasa lebih ringan. Walaupun waktu makan sahur singkat, tapi membuka kesempatan seseorang untuk beribadah di sepertiga malam terakhir dan investasi akhirat.

  • Sahur menjadi identitas pembeda puasa umat Islam

Ibadah puasa bukan hanya wajib bagi umat Islam saja (Qs. al-Baqarah [2]: 183). Umat lain pun memiliki kewajiban berpuasa. Walaupun sama-sama berpuasa, tapi ada pembeda yang menjadi ciri khas puasa umat Islam dengan umat lainnya. Perbedaannya terdapat dalam makan sahur.

Rasulullah Saw. bersabda:

فصل ما بين صيامنا وصيام أهل الكتاب أكلة السحر. رواه مسلم

Artinya: “Pembeda antara puasa kita dan puasa ahli kitab adalah makan sahur.” HR. Muslim

Sahur adalah sunnah yang membedakan praktik puasa umat Islam dengan tradisi puasa sebelumnya. Dalam hal ini, sahur bukan hanya soal energi, tetapi soal loyalitas pada tuntunan sunnah nabi. Begitu rugi mereka yang berpuasa tetapi melewatkan sahur pada tiap malamnya.

  • Allah dan para malaikat bershalawat kepada orang-orang yang sahur

Keberkahan lain bagi mereka yang makan sahur adalah rahmat pujian dari Allah dan para malaikat. Sangat disayangkan bila sehari puasa berlalu tanpa makan sahur. Sebab, kesempatan memperoleh rahmat dari Allah begitu terbuka lebar pada saat itu.

Rasulullah Saw. bersabda:

السحور كله بركة فلا تدعوه ولو أن يجرع أحدكم جرعة من ماء فإن الله عز و جل وملائكته يصلون على المتسحرين. رواه أحمد

Artinya: “Sahur sepenuhnya mengandung berkah. Jangalah kalian meninggalkannya walau hanya dengan seteguk air. Karena sesungguhnya Allah Swt. dan para malaikatnya bershalawat kepada mereka yang bersahur.” HR. Ahmad

Selain sunnah, sahur juga membantu persiapan tubuh untuk menjalankan ibadah puasa sepanjang hari. Sangat dianjurkan untuk meluangkan waktu makan hingga waktu imsak tiba. Umat Islam juga didorong untuk ibadah shalat tahajjud di sepertiga malam terakhir tepat saat sahur berlangsung. Mereka yang mampu melaksanakannya tentu akan memperoleh rahmat Allah dan permohonan ampunan para malaikat yang meliputi waktu sahur.

  • Sahur menjadi penolong ibadah fajar menjadi ringan

Bila biasanya ibadah shalat malam terasa berat, menjadi ringan karena ada tujuan bangun untuk makan sahur. Secara tidak langsung orang yang bangun sahur juga berkesempatan meraih pahala lain dari shalat malam. Terlebih lagi, bila diamalkan menjelang akhir fajar, akan memperoleh pahala kesunnahan berlipat ganda.

Umumnya, bangun di waktu fajar selain Ramadan begitu berat. Di situlah letak besarnya pahala yang dijanjikan bagi mereka yang beribadah di sepertiga malam terakhir. Kondisi menjadi berbeda saat Ramadan. Karena, mereka yang bangun bertujuan untuk makan sahur sebagai bekal puasa esok harinya. Sehingga, secara otomatis terbuka kesempatan beribadah lain yang dapat dilakukan sebelum atau sesudah sahur.

Dengan demikian, dapat dipahami bahwa sahur bukan sekadar rutinitas makan dinihari setelah bangun tidur. Sahur merupakan jalan sunyi untuk meraih ridha Allah di tengah rasa kantuk yang menghalangi. Dengan sahur, tubuh memiliki cadangan energi, kadar gula darah lebih stabil, dan konsentrasi lebih terjaga. Dan sahur akan benar-benar menjadi berlimpah berkah bila kesempatan ibadah sunnah lain juga dilakukan pada waktu tersebut. Berkat sahur, puasa menjadi lebih sempurna, disiplin ibadah didapatkan, dan rahmat Allah juga tidak terabaikan begitu saja. Wallahu A’lam

Abdul Fatah, S.Ud., M.Ag., Ustadz di Cari Ustadz

Tertarik mengundang ustadz Abdul Fatah, S.Ud., M.Ag.? Silahkan klik disini