Tidur seringkali menjadi penutup dari berbagai kegiatan kita setiap harinya. Bahkan, sebelum sampai di rumah kita sudah terbayang nikmat nya rebahan dan memejamkan mata pasca letih dan lelahnya berjibaku dengan pekerjaan.
Ada baiknya, kita mentadabburi dua Hadis ini, agar tidur kita setiap harinya bukan hanya membawa kualitas istirahat secara biologis; namun juga membawa pengaruh besar untuk jiwa dan spiritualitas kita. Dua Hadis yang akan disampaikan ini, dikutip melalui kitab Tafsir al-Qur’an al-‘Adzhim karya Ibnu Katsir (w. 774H)
Hadis Pertama
روى الترمذي من طريق ليث بن أبي سليم, عن أبي الزبير, عن جابر, أنّ رسول الله صلى الله عليه وسلم كان لا ينام حتى يقرأ : (الم – تنزيل) و (تبارك الذي بيده الملك) وقال ليث عن طاوس: يفضلان كل سورة في القرآن بسبعين حسنة.
At-Tirmidzi meriwayatkan dari Laits bin Abi as-Sulaim dari Abi Zubair dari Jabir bahwa Rasulullah SAW tidak tidur sebelum membaca Alif lam mim Tanzil (QS. As-Sajdah) dan Tabarak alladzi biyadihi al-mulk (Al-Mulk). Dan berkata Laits dari Thawus: Bahwa keutamaan ganjaran dua surah ini senilai dengan 70 kebaikan.
Pada hadis ini, tidak diutarakan secara spesifik apakah surah ini dibaca benar-benar sebelum tidur ataupun tidak harus sebelum tidur tapi tidak pernah Nabi tertidur kecuali pada hari itu sudah membaca dua surah ini. Terlepas dari hal itu, ini menunjukkan bahwa kedua surah ini punya keutamaan yang besar. Maka, Nabi menunjukkan untuk tidak melewati satu hari, kecuali sudah membaca dua surah ini.
Dua surah ini, sangat bagus untuk ditadabburi. Di dalam QS. As-Sajdah diliputi pembahasan mengenai penciptaan langit dan bumi, kekuasaan Allah dan juga surah ini disunnahkan untuk dibaca ketika shalat subuh pada hari Jum’at. Dalam QS. Al-Mulk memuat pembahasan tentang manusia yang sangat perlu untuk berlomba dalam kebaikan. Membahas pula kebesaran Allah Swt dan menginformasikan penyesalan-penyesalan manusia yang melewati kehidupan tanpa ketaatan pada Allah Swt.
Hadis Kedua
Dari Sayyidah ‘Aisyah RA, ketika Rasulullah SAW hendak tidur setiap malam, beliau mengumpulkan kedua telapak tangan kemudian meniupkan keduanya dan membaca: قل هو الله أحد, قل أعوذ بربّ الفلق dan قل أعوذ بربّ النّاس. Kemudian beliau mengusapkan tangan beliau ke bagian tubuh yang bisa diusap mulai dari kepala, wajah dan tubuh bagian depan. Beliau mengulanginya sebanyak 3 kali.
3 surah ini, memanglah memiliki banyak sekali keutamaan. Perlu kita dawamkan membacanya sebelum istirahat agar terhindar dari berbagai keburukan dan senantiasa terjaga dalam naungan-Nya. Terlihat sebagai bacaan yang sepele; karena banyak dari kita yang hafal. Padahal, memiliki fadhilah yang luar biasa. Berbeda dengan hadis sebelumnya, hadis ini secara terang menyampaikan bahwa ini diamalkan benar-benar sebelum tertidur.
Perlu diketahui, ada beberapa hadis lain yang juga menerangkan bacaan-bacaan Nabi sebelum tidur, dengan bacaan yang berbeda dari dua hadis ini tentunya. Artinya, kita diberikan keleluasaan untuk mengamalkan di antara apa-apa yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Asalkan, kita tidak melewati satu haripun tanpa membaca Al-Qur’an. Wallahu A’lam
Rizki Prayogo, SQ., M.Ag, Ustadz di Cariustadz
Tertarik mengundang ustadz Rizki Prayogo, SQ., M.Ag? Silahkan klik disini