Bagaimana Perempuan Haid Meraih Keberkahan Malam Lailatul Qadar?

Lailatul Qadar adalah malam yang dinanti oleh seluruh umat Muslim, karena ia merupakan malam yang penuh berkah dan nikmat terbesar dari Allah Swt. Karunia dari Allah Swt kepada umatnya sebagai tanda cinta dan rahmat-Nya yang luas. Umat muslim yang mengerjakan amal kebajikan atau ibadah pada malam Lailatul Qadar akan mendapat balasan besar. 

Firman Allah dalam surat al-Qadr ayat 1-3:

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam qadar. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan.” (QS. Al-Qadr: 1-3).

Artinya barang siapa yang beribadah pada malam tersebut akan mendapatkan pahala ibadah selama seribu bulan. Namun, tidak ada yang tahu secara pasti kapan malam Lailatul Qadar datang kecuali Allah Swt. Karenanya, umat Muslim berlomba-lomba mengerjakan berbagai amalan untuk menghidupkan Lailatul Qadar yang datang di 10 malam terakhir Ramadhan. 

تَحَرَّوْا ليلة القدر في العشر الأواخر من رمضان

“Carilah Lailatul Qadar itu pada sepuluh hari terakhir Ramadan, ” (Muttafaqun ‘alaihi dari Aisyah radliyallahu ‘anha).

Menggapai keutamaan malam Lailatul Qadar dapat dilakukan dengan cara melaksanakan sholat wajib dan sunnah, i’tikaf, berzikir dan memperbanyak membaca Al Quran.

Lalu, bagaimana cara perempuan haid menghidupkan malam Lailatul Qadar. Apakah mereka dapat meraih keberkahan pada malam tersebut, sementara mereka tidak diperbolehkan shalat juga membaca Al Quran?

Cara Perempuan Haid Meraih Keberkahan Malam Lailatul Qadar

Menurut Adh-Dhahhak setiap orang berhak meraih keberkahan pada malam Lailatul Qadar.

قَالَ جُوَيْبِرٌ : قُلْتُ لِلضَّحَّاكِ : أَرَأَيْتَ النُّفَسَاءَ وَ الْحَائِضَ وَ الْمُسَافِرَ وَ النَّائِمَ لَهُمْ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ نَصِيبٌ ؟ قَالَ : نَعَمْ كُلُّ مَنْ تَقَبَّلَ اللهُ عَمَلَهُ سَيُعْطِيهِ نَصِيبَهُ مِنْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ

“Jubair berkata, Aku pernah bertanya kepada Adh-Dhahhak, bagaimana pendapatmu mengenai wanita yang sedang nifas, haid, orang yang bepergian (musafir), dan orang tidur, apakah mereka bisa memperoleh bagian dari Lailaltul Qadar? Jawabnya, ya, mereka masih bisa memperoleh bagian. Setiap orang yang Allah Swt menerima amalnya maka Allah akan memberikan bagiannya dari Lailatul Qadar,’” (Ibnu Rajab Al-Hanbali, Latha`iful Ma’arif fima Limawasimil ‘Am minal Wazha`if, halaman 264). 

Pandangan Adh-Dhahhak ini jelas menunjukkan bahwa perempuan yang sedang haid dapat memperoleh Lailatul Qadar. Syekh Nawawi Al Bantani dalam Nihayatuz Zain menjelaskan ada beberapa tingkatan dalam menghidupkan Lailatul Qadar. Tingkatan pertama adalah memperbanyak sholat, tingkatan kedua memperbanyak zikir, dan tingkatan ketiga adalah melakukan sholat Isya dan Subuh berjamaah.

Tingkatan pertama dan ketiga yakni sholat tidak dapat dilakukan oleh wanita yang sedang haid. Karenanya, tingkat kedua menjadi hal yang memungkinkan untuk dikerjakan oleh wanita yang sedang haid, yaitu berdzikir. 

Jenis dzikir sangat banyak, bisa berupa ucapan tasbih, tahmid, takbir, hauqalah, dan lain sebagainya. Begitu juga membaca ayat-ayat pendek yang sudah masyhur dibuat dzikiran, seperti memperbanyak melafalkan surat Al-Ikhlas, surat Al-Fatihah, atau memperbanyak membaca shalawat Nabi.

Selain itu, amalan lainnya yang dapat dikerjakan perempuan haid ketika malam Lailatul Qadar di antaranya:

Memperbanyak doa

Doa bisa dilafalkan dengan bahasa apa saja, kapan saja, dan oleh siapa saja, termasuk oleh perempuan yang sedang haid. Rasulullah Saw menganjurkan unntuk memperbanyak doa memohon ampunan dan keselamatan kepada Allah Swt.

Diriwayatkan, Rasulullah saw memerintah Ummul Mukminin Aisyah untuk berdoa di malam-malam itu. Aisyah berkata,

“Wahai Rasulullah, apa pendapatmu jika aku ketepatan mendapatkan malam Lailatul Qadar, apa yang harus aku ucapkan?”, beliau menjawab:“Ucapkanlah, Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu anna” (Ya Allah, sesungguhnya Engkau maha pemaaf mencintai kemaafan, maka maafkanlah aku). (HR. Ibnu Majah, yang dishahihkan oleh Al Albani).

Memperbanyak Istighfar

Wahbah Az-Zuhaili dalam Fiqih Islam wa Adillatuhu mengatakan disunnahkan untuk menghidupkan malam sepuluh terakhir bulan ramadhan agar mendapatkan malam Lailatul Qadar. Salah satunya dengan memperbanyak istighfar pada waktu sahur dan baiknya membaca sayyidul istighfar.


اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ

“Hai Tuhanku, Engkau Tuhanku. Tiada tuhan yang disembah selain Engkau. Engkau yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku berada dalam perintah iman sesuai perjanjian-Mu sebatas kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang kuperbuat. Kepada-Mu, aku mengakui segala nikmat-Mu padaku. Aku mengakui dosaku. Maka itu ampunilah dosaku. Sungguh tiada yang mengampuni dosa selain Engkau.” (HR. Bukhari)

Bersedekah

Bersedekah menjadi salah satu amalan utama pada 10 hari terakhir bulan ramadhan untuk dapat meraih keberkahan malam Lailatul Qadar. Bersedekah di 10 hari terakhir tidak hanya diterjemahkan dengan sedekah wajib berupa zakat fitrah dan zakal mal, tetapi juga dianjurkan memperbanyak sedekah sunnah dalam rangka berbagi kebahagiaan dan memberikan bekal makanan di hari raya Idul Fitri bagi dhuafa. Bersedekah dapat berbentuk harta, pangan, pakaian, paket sedekah untuk yatim dan dhuafa, dan lain sebagainya. 

Nah, itu tadi beberapa amalan yang bisa dilakukan perempuan haid untuk meraih keberkahan pada malam Lailatul Qadar. Semoga kita semua termasuk golongan yang senantiasa memperbanyak amalan di bulan ramadhan dan memperoleh keutamaan Lailatul Qadar. Meskipun tidak mengetahui atau melihat keajaiban pada malam tersebut.

Laily Nur Zakiya, S.Ag, M.Pd, Ustadzah di Cariustadz

Tertarik mengundang ustadzah Laily Nur Zakiya, S.Ag, M.Pd? Silakan klik disini