Akhlak Rasul dalam Keluarga dan Lingkungan

Marilah kita menjawa ketakwaan kita kepada Allah SWT. Bagaimana kita menjaga takwa ini, Rasulullah SAW. bersabda dalam sebuah hadits ‘at taqwa ha huna’, bahwa takwa itu di dalam hati. Mengapa? karena apa yang terkandung di dalam hatinya, itulah apa yang akan menuntun gerakannya.

“Bertakwalah kepada Allah dimanapun kamu berada”. Karena kepercayaan di dalam hatinya yang sanggup menggerakan anggota badannya ke jalan Allah. Kapanpun dah dimanapun ia berada.

Rasul adalah pribadi yang paling bertakwa kepada Allah SWT. Bila pengertian takwa tergolong akstrak, maka ada baiknya apabila kita menempatkan Rasul di dalam hati kita, ketika kita menghadirkan Rasul ke dalam keseharian kita, sudah pasti kita mendapatkan makna takwa kepada Allah SWT.

Di saat ini kita memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW., maka itu menjadi momentum yang paling berharga dalam hidup kita untuk mendekatkan diri dan meningkatkan pengetahuan kita akan Rasul. Dan tentu saja kita sebagai muslim, tidak bisa melalaikan kehadiran Rasul dalam kehidupan sehari-hari kita.

Memperingati Maulid Nabi tidak hanya seremonial belaka, ada substansi yang harus kita jaga dalam merayakannya. Yakni menjadikan Rasul sebagai uswah. Menjadikan ahlak dan budi pekerti Rasul ke dalam diri kita sepanjang hari, bukan hanya di bulan ini saja.

Inilah yang kita sebutkan dengan menghadirkan Rasul ke dalam keluarga dan lingkungan kita.

Allah SWT berfirman “Dan sekali-kali Allah tidak akan menurunkan mengazab mereka, sedangkan engkau (Muhammad) berada ditengah mereka. dan sekali-kali Allah tidak akan mengazab mereka sedangkan mereka terus menerus berISTIGHFAR”. (QS Al Anfal 33)

Ini juga menjadi tantangan kita, agar agaimana kita bisa mempraktikan akhlak Rasul kepada anak-anak kita, seperti apa yang dilakukan Rasul saat sebelum makan, atau sebelum tidur. Ini untuk menghadirkan adab Rasul kepada mereka.


Disampaikan oleh Dr. Umar Alhaddad,MA pada 16 Desember 2016 di Bellagio Mall, Kuningan Jakarta.