Profil Ustadz
Da’i Muda | Akademisi Qur’ani | Penulis & Motivator Pemuda
Panji Ansari adalah sosok da’i muda yang lahir pada 13 Februari 2000 di Barito Kuala, Kalimantan Selatan. Sejak kecil, ia dikenal memiliki semangat tinggi terhadap ilmu dan dakwah. Kecintaannya pada Al-Qur’an membawanya menempuh pendidikan di bidang Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, hingga akhirnya menjadi Wisudawan Terbaik Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin. Saat ini, ia melanjutkan studi S-2 Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir di Universitas PTIQ Jakarta dengan beasiswa LPDP.
Sebagai seorang akademisi Qur’ani, Panji aktif menulis dan berdialog dalam berbagai forum ilmiah berskala nasional dan internasional. Ia telah menjadi delegasi dan presenter di sejumlah konferensi bergengsi seperti International Symposium of Indonesian Students in Turkiye dan International Conference for Muslim Scholars. Gagasan-gagasannya banyak menyoroti etika komunikasi dalam tafsir, moderasi beragama, ketahanan keluarga, serta peran pemuda dalam peradaban Islam modern.
Di luar dunia akademik, Panji Ansari dikenal sebagai pendiri Rumah Bacaan, sebuah gerakan literasi Qur’ani yang berfokus pada penguatan karakter, cinta ilmu, dan nilai-nilai Al-Qur’an di kalangan anak muda. Ia juga aktif menjadi duta moderasi beragama, duta bahasa nasional, dan penggerak dakwah kreatif melalui media sosial.
Kiprahnya di dunia dakwah tidak hanya lewat mimbar, tetapi juga lewat tulisan dan karya. Ia telah menulis beberapa buku dan artikel ilmiah seperti Tafsir Hadis Peradaban, Menggugat Patriarki: Rekonstruksi Konsep Kesejajaran Gender Perspektif Al-Qur’an, dan Religion and Resilience: The Covid-19 Crisis and The Future. Melalui karya-karyanya, Panji mengajak umat Islam untuk memahami agama secara bijak, kontekstual, dan penuh kasih.
Dalam setiap ceramahnya, Ustadz Panji dikenal dengan gaya penyampaian yang reflektif, ilmiah, dan menyentuh hati. Ia mampu menghubungkan pesan-pesan Al-Qur’an dengan realitas kehidupan modern secara sederhana dan menginspirasi. Dakwahnya menyasar kalangan pelajar, mahasiswa, dan profesional muda, dengan tujuan agar Islam dipahami bukan hanya sebagai ajaran, tetapi juga sebagai panduan hidup yang menenangkan dan memuliakan manusia.